Knowledge
Sabtu, 13 Juni 2015
Tanda Kepangkatan TNI AD
Tanda kepangkatan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat adalah daftar tanda pangkat yang digunakan di Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat hingga saat ini. Sebagaimana di kecabangan lainnya, kepangkatan terdiri dari Perwira, Bintara dan Tamtama.
Tanda kepangkatan di bawah mengikut dari pakaian dinas yang digunakan. Di antaranya adalah Pakaian Dinas Upacara (PDU), Pakaian Dinas Harian (PDH) dan Pakaian Dinas Lapangan (PDL). Masing-masing pakaian dinas dan atributnya telah diatur dalam peraturan TNI. Tanda kepangkatan sendiri dalam beberapa hal terbagi dua, yaitu yang memegang komando (ada garis merah di pinggir atau tengah) dan staf biasa.
Pada tanda pangkat perwira menengah dan pertama ditambahkan lambang kesatuan atau kecabangan yang ada di TNI Angkatan Darat.
Plat Nomor Sumatra
Sumatera
- BL = Aceh: Kota Banda Aceh (BL - A*/J*), Kabupaten Aceh Besar (BL - B*/L*), Kabupaten Aceh Barat Daya (BL - C*), Kabupaten Aceh Timur (BL - D*), Kabupaten Aceh Barat (BL - E*), Kota Langsa (BL - F*), Kabupaten Aceh Tengah (BL - G*), Kabupaten Gayo Lues (BL - H*), Kota Subulussalam (BL - I*), Kabupaten Aceh Utara (BL - K*/Q*), Kota Sabang (BL - M*), Kota Lhokseumawe (BL - N*), Kabupaten Pidie Jaya (BL - O*), Kabupaten Pidie (BL - P*), Kabupaten Aceh Singkil (BL - R*), Kabupaten Simeulue (BL - S*), Kabupaten Aceh Selatan (BL - T*), Kabupaten Aceh Tamiang (BL - U*), Kabupaten Nagan Raya (BL - V*), Kabupaten Aceh Jaya (BL - W*), Kabupaten Aceh Tenggara (BL - X*), Kabupaten Bener Meriah (BL - Y*), Kabupaten Bireuen (BL - Z*)
- BB = Sumatera Utara bagian Barat (pesisir Barat)
- BK = Sumatera Utara bagian Timur (pesisir Timur): Kota Medan (BK - A**)
- BA = Sumatera Barat: Kota Padang (BA - A*/B*/R*), Kabupaten Lima Puluh Kota (BA - C*/X*), Kabupaten Pasaman (BA - D*), Kabupaten Tanah Datar (BA - E*), Kota Pariaman (BA - F*), Kabupaten Pesisir Selatan (BA - G*), Kabupaten Solok (BA - H*), Kota Sawahlunto (BA - J*), Kabupaten Sijunjung (BA - K*), Kota Bukittinggi (BA - L*), Kota Payakumbuh (BA - M*), Kota Padang Panjang (BA - N*), Kota Solok (BA - P*), Kabupaten Dharmasraya (BA - V*), Kabupaten Solok Selatan (BA - Y*)
- BM = Riau: Kota Pekanbaru (BM - A*/J*/N*/T*/Q*), Kabupaten Indragiri Hulu (BM - B*/V*), Kabupaten Pelalawan (BM - C*/I*), Kabupaten Bengkalis (BM - D*/E*), Kabupaten Kampar (BM - F*/O*/Z), Kabupaten Indragiri Hilir (BM - G*), Kota Dumai (BM - H*/R*), Kabupaten Kuantan Singingi (BM - K*), Kabupaten Rokan Hulu (BM - M*/U*), Kabupaten Rokan Hilir (BM - P*/W*), Kabupaten Siak (BM - S*/Y*)
- BP = Kepulauan Riau: Kabupaten Bintan (BP - B*), Kota Batam (BP - C*), Kabupaten Karimun (BP - K*), Kabupaten Lingga (BP - L*),Kabupaten Natuna (BP - N*), Kabupaten Kepulauan Anambas (BP - S*), Kota Tanjungpinang (BP - T*)
- BG = Sumatera Selatan: Kota Palembang (BG - A**), Kabupaten Muara Enim (BG - D**), Kabupaten Lahat (BG - E**), Kota Pagaralam (BG - W**), Kabupaten Ogan Komering Ulu (BG - F**), Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur (BG - Y**), Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan (BG - V**)
- BN = Kepulauan Bangka Belitung: Kota Pangkal Pinang (BN - A*), Kabupaten Bangka (BN - B*), Kabupaten Bangka Tengah (BN - C*), Kabupaten Bangka Barat (BN - D*), Kabupaten Bangka Selatan (BN - E*), Kabupaten Belitung (BN - F*), Kabupaten Belitung Timur (BN - G*)
- BE = Lampung: Kota Bandar Lampung (BE - A*/B*/C*/Y*), Kabupaten Lampung Selatan (BE - D*/E*), Kota Metro (BE - F*), Kabupaten Lampung Tengah (BE - G*/H*), Kabupaten Lampung Utara (BE - J*), Kabupaten Mesuji (BE - L*), Kabupaten Lampung Barat (BE - M*), Kabupaten Lampung Timur (BE - N*/P*), Kabupaten Tulang Bawang Barat (BE - Q*), Kabupaten Pesawaran (BE - R*), Kabupaten Tulang Bawang (BE - S*/T*), Kabupaten Pringsewu (BE - U*), Kabupaten Tanggamus (BE - V*), Kabupaten Way Kanan (BE - W*)
- BD = Bengkulu: Kota Bengkulu (BD - A*/C*/E*/R*), Kabupaten Bengkulu Selatan (BD - B*/M*), Kabupaten Bengkulu Utara (BD - D*/S*), Kabupaten Kepahiang (BD - G*), Kabupaten Lebong (BD - H*), Kabupaten Rejang Lebong (BD - K*), Kabupaten Muko Muko (BD - N*), Kabupaten Seluma (BD - P*), Kabupaten Kaur (BD - W*), Kabupaten Bengkulu Tengah (BD - Y*)
- BH = Jambi: Kota Jambi (BH - A*), Kabupaten Batanghari (BH - B*), Kabupaten Kerinci (BH - D*), Kabupaten Tanjung Jabung Barat (BH - E*), Kabupaten Merangin (BH - F*), Kabupaten Muaro Jambi (BH - G*), Kabupaten Bungo (BH - K*), Kota Sungai Penuh (BH - R*), Kabupaten Sarolangun (BH - S*), Kabupaten Tanjung Jabung Timur (BH - T*), Kabupaten Tebo (BH - W*)
- Untuk plat nomor Lampung, penggunaan angka 1-2999 digunakan untuk mobil penumpang.
- Untuk plat nomor Bengkulu, kendaraan dinas menggunakan tanda *Y dan sebagian lainnya *Z dengan tanda (*) menunjukkan kode wilayah registrasi.
- Untuk plat nomor Jambi, mobil dinas menggunakan tanda *Z dengan tanda (*) menunjukkan kode wilayah registrasi.
Plat Nomor DKI, Jabar Banten
Jawa
DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat
- A = Banten: Kabupaten/Kota Serang (A - A*/B*/C*/D*/E*/F*/G*/H*/I*/J*), Kabupaten Pandeglang (A - K*/L*/M*/N*/O*), Kabupaten Lebak (A - P*/Q*/R*/S*/T*), Kota Cilegon (A - U*/V*/W*/X*/Y*/Z*), sebagian Kabupaten Tangerang
- B = Jadetabek: Kabupaten Tangerang (B - A**/G**/N**), Kota Administrasi Jakarta Barat (B - B**), Kota Tangerang (B - C**/V**), Kota Depok (B - E**/Z**), Kabupaten Bekasi (B - F**/Q**/Y**), Kota Bekasi (B - K**/Y**), Kota Administrasi Jakarta Pusat (B - P**), Kota Administrasi Jakarta Selatan (B - S**),Kota Administrasi Jakarta Timur (B - T**), Kota Administrasi Jakarta Utara (B - U**), Kota Tangerang Selatan (B - W**)
- D = eks Karesidenan Parahyangan barat: Kabupaten Bandung (D - V**/Y**/Z**)/Kota Bandung (D - A**/B**/C**/D**/E**/F**/G**/H**/I**/J**/K**/L**/M**/N**/O**/P**/R**), Kota Cimahi (D - S**/T**), Kabupaten Bandung Barat (D - U**/W**/X**)
- E = eks Karesidenan Cirebon: Kota Cirebon (E - A*/B*/C*/D*/E*/F*/G*), Kabupaten Cirebon (E - H*/I*/J*/K*/L*/M*/N*/O*), Kabupaten Indramayu (E - P*/Q*/R*/S*/T*), Kabupaten Majalengka (E - U*/V*/W*/X*), Kabupaten Kuningan (E - Y*/Z*)
- F = eks Karesidenan Bogor: Kabupaten Bogor (F - F*/G*/H*/I*/J*/K*/L*/M*/N*/O*/P*/R*), Kota Bogor (F - A*/B*/C*/D*/E*), Kabupaten Sukabumi (F - Q*/U*/V*), Kota Sukabumi (F - S*/T*), Kabupaten Cianjur (F - W*/X*/Y*/Z*)
- T = eks Karesidenan Karawang: Kabupaten Purwakarta (T - A*/B*/C*), Kabupaten Karawang (T - D*/E*/F*/G*/H*/I*/J*/K*/L*/M*/N*/O*/P*/Q*/R*/S*), sebagian Kabupaten Bekasi, Kabupaten Subang (T - T*/U*/V*/W*/X*/Y*/Z*)
- Z = eks Karesidenan Parahyangan timur: Kabupaten Garut (Z - D*/E*/F*/G*), Kabupaten/Kota Tasikmalaya (Z - H*/I*/J*/K*/L*/M*/N*/O*/P*/Q*/R*/S*), Kabupaten Sumedang (Z - A*/B*/C*), Kabupaten Ciamis (Z - T*/U*/V*/W*), Kota Banjar (Z - X*/Y*/Z*)[5]
Selasa, 01 Februari 2011
Lima Barang Pengancam Kesehatan
Bahaya yang mengancam kesehatan ternyata ada di dalam rumah Anda sendiri. Apa saja? Siapa sangka, barang-barang di rumah kita bisa menjadi sumber penyakit yang berbahaya bagi kesehatan. Berikut daftar barang-barang tersebut, seperti yang dikutip dari Genius Beauty.
1. Talenan kayu. Hingga kini, benda ini masih menjadi barang yang selalu ada di dapur. Fungsinya sebagai tatakan saat memotong bahan-bahan mentah untuk di masak. Menurut John Oxford, peneliti dari Universitas London, sebuah talenan kayu dapat menyimpan ribuan bakteri penyebab penyakit. Sisa potongan makanan yang mengendap dapat membuat koloni bakteri baru dan mengendap di kayu. Bakteri tersebut akan menempel di setiap bahan makanan yang kita potong.
2. Talenan plastik. Seringkali digunakan untuk mengganti talenan kayu yang lebih tradisional. Tak semua talenan terbuat dari plastik yang aman. Bahan plastik bisa berbahaya jika tidak sengaja terkonsumsi. Pilihlah produk talenan plastik yang menjamin keamanan plastiknya. Jika Anda tak yakin, saat talenan sudah tergores, lebih baik ganti dengan yang baru.
3. Sikat gigi. Peneliti dari Universitas Manchester mengungkap bahwa sebanyak 10 juta bakteri bisa berkumpul di sikat gigi. Tak hanya itu, virus penyakit dan jamur bisa berkembang biak di sana. Para peneliti menyarankan Anda untuk mengganti sikat gigi 2-3 bulan sekali.
4. Handuk. Kondisinya kurang lebih sama dengan sikat gigi. Dan untuk menghilangkan bakteri yang berkumpul di dalamnya, perlu pemanasan hingga 90 derajat celcius.
5. Bantal. Bakteri yang berkumpul pada bantal bisa menyebabkan gangguan pernapasan, gatal-gatal dan demam. Professor Jean Amberline, dari British Society for Allergy menyarankan untuk mengganti sarung bantal secara teratur, serta mengganti bantal setiap 2 tahun sekali.
Yahoo-! Newsroom - Selasa, 1 Februari - Amelia Ayu Kinanti, penulis, editor Yahoo! Indonesia.Kamis, 27 Januari 2011
Enam Kebiasaan Sehat Ini Bisa Bikin Sakit
VIVAnews – Membiasakan diri hidup sehat memang dianjurkan. Tapi, bila Anda sampai menjalaninya secara ekstrim, justru berisiko membahayakan diri sendiri."Kegiatan apapun yang dilakukan berlebihan atau terlalu ekstrim, akan menjadi hal tidak baik. Kebiasaan hidup terlalu sehat, terkadang malah bisa merugikan diri sendiri,” kata Dr. Erika Schwartz, Medical Director of Cinergy Health, seperti dikutip dari laman Shine.
Dengan kata lain, Dr. Erika menyarankan agar Anda bisa menjalani kebiasaan-kebiasaan menyehatkan secara normal. Berikut ini beberapa contoh gaya hidup sehat yang bisa menjadi bumerang bila dilakukan terlalu berlebihan:
1. Menggunakan tabir surya berlebihan
Tubuh kita membutuhkan vitamin D untuk membuat tulang sehat dan mencegah penyakit sekaligus meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Satu-satunya cara mendapatkan vitamin D ke dalam sistem tubuh adalah mendapatkan paparan sinar matahari yang cukup.
Untuk menghindari sinar ultraviolet dari matahari yang bisa merusak kulit, dianjurkan memakai tabir surya (sunblock) sebelum beraktivitas di luar ruangan. Namun, penggunaan lotion pelembab juga sebaiknya tidak terlalu berlebihan karena akan menghalangi masuknya sinar matahari ke kulit.
2. Menggunakan sabun antibakteri dan gel
Sabun antibakteri dan gel sering dibawa dalam tas atau mobil, tetapi kebiasaan ini membuat Anda jadi terobsesi untuk selalu menggunakannya dalam berbagai situasi. Perlu Anda tahu, penggunaan zat antibakteri berlebih bisa melemahkan kemampuan tubuh Anda untuk melawan "bakteri baik."
Sebaliknya, mencuci tangan dengan air hangat dan sabun selama 20 detik akan menjadi cara menjaga kebersihan lebih baik dibandingkan menggunakan sabun antibakteri dan gel.
3. Tidur berlebihan
Idealnya, kita membutuhkan waktu delapan jam untuk tidur di malam hari. Tubuh kita akan segar bila mempunyai kesempatan tidur yang cukup.
Gangguan kesehatan baru muncul bila kita kurang tidur atau bahkan tidur sampai lebih dari 9 jam semalam. Kurang tidur atau terlalu banyak tidur akan berdampak buruk bagi kulit, selain itu menyebabkan kembung, makan berlebihan, kebingungan, dan depresi.
4. Mengandalkan pendingin ruangan
Saat ini, banyak orang memakai pendingin ruangan atau AC di setiap aktivitas kehidupannya. Di semua ruangan rumah dan kantor, dipasang AC untuk mendapatkan udara dingin. Mereka begitu mengandalkan udara dingin daur ulang sepanjang hari dan sepanjang malam.
Tahukah Anda, udara daur ulang dari AC mungkin mengandung bakteri, kuman dan tentunya semua jenis partikel debu. Untuk meminimalisir efek buruk buat kesehatan, sebaiknya Anda lebih bijak memakai AC.
Misalnya, atur sirkulasi dalam setiap ruangan rumah dan kantor yang ber-AC. Setiap beberapa jam, matikan alat pendingin itu dan bukalah jendela. Setelah itu, Anda bisa berjalan-jalan di luar ruangan untuk menghirup udara segar.
Perawatan mesin pendingin juga penting. Jadi, jangan lupa untuk mencuci filter AC dengan air hangat dan sabun. Biarkan peralatan kering terlebih dulu sebelum menggunakannya kembali.
Dan jika Anda bekerja di sebuah gedung perkantoran di mana jendela tidak pernah terbuka, sebaiknya bawalah baju hangat. Ini untuk menjaga suhu inti Anda tetap hangat. Anda dianjurkan untuk keluar, setidaknya untuk makan siang atau istirahat di sore hari.
5. Kecanduan makanan organik
Makanan yang berlabel organik belum tentu benar-benar organik. Bisa jadi, di antaranya masih memakai pestisida. Jadi, bukan hanya harus mengeluarkan uang lebih banyak, Anda juga berisiko tertipu dengan label itu.
Makanan tidak perlu organik untuk disebut sebagai makanan sehat. Dengan penanganan dan pengolahan yang tepat, risiko makanan terkontaminasi zat beracun dapat diatasi.
6. Olahraga berlebihan
Olahraga tidak perlu dilakukan berlebihan secara berlebihan. Tubuh dan pikiran sebenarnya tidak membutuhkan aktivitas olahraga sampai 30-45 menit selama 3-4 hari seminggu.
Jika ingin tetap melakukan olahraga setiap hari, sebaiknya lakukan gerakan yang berbervariasi. Cukup dengan cardio atau latihan aerobik, yoga, pilates, berjalan, atau latihan beban pada hari libur.
Kemudian, hiking, renang, tenis, golf, atau olahraga yang dilakukan secara tim cukup Anda lakukan sebulan sekali atau seminggu sekali. (pet)
Rabu, 19 Januari 2011
Gelar akademik
Gelar akademik atau gelar akademis adalah gelar yang diberikan kepada lulusan pendidikan akademik bidang studi tertentu dari suatu perguruan tinggi. Gelar akademik kadangkala disebut dengan istilahnya dalam bahasa Belanda yaitu titel. Gelar akademik terdiri dari sarjana (bachelor), magister (master), dan doktor (doctor).
Gelar akademik di Indonesia
Sarjana (S1)
Sebelum tahun 1993, gelar sarjana yang ada di Indonesia antara lain Doktorandus (Drs.), Doktoranda (Dra.), dan Insinyur (Ir.). Setelah tahun 1993, penggunaan baku gelar sarjana yang ada di Indonesia antara lain Sarjana Kesehatan Masyarakat (S.KM),Sarjana Ekonomi (S.E.), Sarjana Hukum (S.H.), Sarjana Teknik (S.T.), Sarjana Teknologi Pertanian (S.TP), Sarjana Agama (S.Ag.), Sarjana Pendidikan (S.Pd.), Sarjana Komputer (S.Kom.) dan Sarjana Pendidikan Islam (S.Pd.I.). Gelar sarjana ditulis di belakang nama yang berhak dengan mencantumkan huruf S diikuti inisial bidang studi. Strata pendidikan Sarjana ini disebut sebagai Strata 1 atau biasa disingkat S1. Studi Sarjana terdiri dari 144 SKS (satuan kredit semester) dan secara normatif ditempuh selama 4 tahun..[rujukan?]
Magister (S2)
Gelar magister yang ada di Indonesia antara lain Magister Manajemen (M.M.), Magister Sains (M.Si.), Magister Ilmu Komputer (M.Kom.), Magister Manajemen Sistem Informasi (MMSI.), Magister Pendidikan (M.Pd.), dan Magister Teknik (M.T.). Gelar magister ditulis di belakang nama yang berhak dengan mencantumkan huruf M diikuti inisial bidang studi. Strata pendidikan Magister ini disebut sebagai Strata 2 atau biasa disingkat S2.
Doktor (S3)
Gelar doktor dari bidang studi apapun bergelar Doktor dan ditulis di depan nama yang berhak dengan mencantumkan singkatan Dr. Strata pendidikan Doktor ini disebut sebagai Strata 3 atau biasa disingkat S3.
Gelar akademik di Hindia-Belanda dan Belanda
- Doctorandus (Drs.)
- Ingenieur (Ir.)
- Meester in de Rechten (Mr.)
Gelar akademik di negara-negara yang menganut sistem Anglo-Saxon
Bachelor
- Bachelor of Arts (B.A.)
- Bachelor of Science (B.Sc.)
- Bachelor in Computer Science
- Bachelor of Law (L.L.B.)
Master
- Master of Arts (M.A.)
- Master of Science (M.Sc.)
- Master of Engineering (M.Eng.)
- [(Master of Engineering Science)] (M.Eng.Sc.)
- Master of Busines Administration (M.B.A.)
- Master of Theology (M.Th.)
- Theologiae Magister (Th.M.)
- Master of Laws (L.L.M.)
Doctor
- Master of Philosophy (M.Phil.) (pra-S3)
- Doctor of Philosophy (Ph.D.)
- Doctor of Theology (Th.D.)
- Doctor of Education (Ed.D.)
Gelar akademik di Jerman
- Diplom-Ingenieur (Dipl.-Ing.)
- Magister
- Doktor + Bidang Studi: Dr. rer. nat., Dr. phil., Dr. iur., Dr. rer. oec., Dr. rer. pol., Dr. med., Dr.-Ing.
Lihat pula
Dokter spesialis
Dokter spesialis adalah dokter yang mengkhususkan diri dalam suatu bidang ilmu kedokteran tertentu. Seorang dokter harus menjalani pendidikan dokter paska sarjana (spesialisi) untuk dapat menjadi dokter spesialis. Pendidikan dokter spesialis merupakan program pendidikan lanjutan dari program pendidikan dokter setelah dokter menyelesaikan wajib kerja sarjananya dan atau langsung setelah menyelesaikan pendidikan dokter umum dasar.
Pendidikan dokter spesialis di Indonesia
Pendidikan dokter spesialis di Indonesia dinamakan Program Pendidikan Dokter Spesialis atau PPDS yaitu program pendidikan untuk melatih seorang dokter umum dasar untuk menjadi dokter spesialis tertentu. Lama pendidikan ini bervariasi rata-rata 8 semester. Program ini baru dilakukan oleh beberapa fakultas kedokteran di universitas negeri yang bekerja sama dengan rumah sakit pendidikan. Dokter umum yang melanjutkan pendidikan sebagai dokter spesialis disebut residen.
Di bawah ini adalah gelar-gelar dokter spesialis dan lama pendidikannya di Indonesia:
- Sp.A - Spesialis Anak (8 Semester)
- Sp.An - Spesialis Anastesi (7 Semester)
- Sp.And - Spesialis Andrologi (6 Semester)
- Sp.B - Spesialis Bedah (10 Semester)
- Sp.BA - Spesialis Bedah Anak (10 Semester)
- Sp.BTKV - Spesialis Bedah Toraks Kardiovaskuler (10 Semester)
- Sp.BP - Spesialis Bedah Plastik (10 Semester)
- Sp.BS - Spesialis Bedah Syaraf (11 Semester)
- Sp.EM - Spesialis Kedaruratan Medik (8 Semester)
- Sp.F - Spesialis Kedokteran Forensik (6 Semester)
- Sp.FK - Spesialis Farmakologi Klinik (6 Semeter)
- Sp.JP - Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah (10 Semester)
- Sp.KJ - Spesialis Kedokteran Jiwa atau Psikiater (8 Semester)
- Sp.KK - Spesialis Penyakit Kulit dan Kelamin (7 Semester)
- Sp.KN - Spesialis Kedokteran Nuklir (7 Semeter)
- Sp.KO - Spesialis Kedokteran Olahraga (7 Semester)
- Sp.M - Spesialis Mata (7 Semeter)
- Sp.MK - Spesialis Mikrobiologi Klinik (6 Semester)
- Sp.OG - Spesialis Obstetri & Ginekologi (kebidanan dan kandungan) (9 Semester)
- Sp.Ok - Spesialis Kedokteran Okupasi (kerja) (6 Semester)
- Sp.Onk.Rad - Spesialis Onkologi Radiasi (7 Semester)
- Sp.OT - Spesialis Bedah Orthopaedi dan Traumatologi (9 Semester)
- Sp.P - Spesialis Paru (Pulmonologi) (7 Semester)
- Sp.Perio - Spesialis Periodonsia (jaringan gusi dan penyangga gigi) (dokter gigi)
- Sp.PA - Spesialis Patologi Anatomi (6 Semester)
- Sp.PD - Spesialis Penyakit Dalam (9 Semester)
- Sp.PK - Spesialis Patologi Klinik (8 Semester)
- Sp.PM - Spesialis Penyakit Mulut (dokter gigi)
- Sp.Rad - Spesialis Radiologi (7 Semester)
- Sp.RM - Spesialis Rehabilitasi Medik (8 Semester)
- Sp.S - Spesialis Saraf atau Neurolog(8 Semeter)
- Sp.THT-KL - Spesialis Telinga Hidung Tenggorok-Bedah Kepala Leher (8 Semeter)
- Sp.U - Spesialis Urologi (10 Semester)
- Sp.Ger - Spesialis Geriatri (sedang dikaji)
Sub-spesialis / konsultan
Sebagian dokter spesialis melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi yaitu subspesialis (Sp2), atau lebih dikenal sebagai konsultan. Pendidikan Sp2 ini dijalani selama 4 sampai 6 smester. Beberapa gelar yang ditambahkan:
- (K) diakhir gelar spesialisasi berarti Konsultan/Spesialis 2/Sub Spesialis, misalnya Sp.A (K) - artinya Spesialis Anak Konsultan
- KFER - "Konsultan Fertilitilty Endokrinologi Reproduksi" (biasanya dimiliki oleh spesialis kebidanan)
- KFM - "Konsultan Feto Maternal" (dimiliki oleh spesialis kebidanan-kandungan)
- Gelar yang bisa ditambahkan pada spesialis jantung dan spesialis bedah:
- FACC - "Fellow of the American College of Cardiologists"
- FACP - "Fellow of the American College of Physicians"
- FACS - "Fellow of the American College of Surgeons", menandakan anggota dari "American College of Surgeons"
- FESC - "Fellow of the European Society of Cardiology"
- FICS - "Fellow Of the International College Of Surgeon"
- FIHA - "Fellows Indonesian Heart Association"
- Tambahan gelar lainnya:
- DPM - "Doctor of Pediatric Medicine"
- FAAEM - "Fellow of the American Academy of Emergency Medicine"
- FAAFP - "Fellow of the American Academy of Family Physicians" spesialis di bidang "dokter keluarga"
- FACE - "Fellow of the American College of Endocrinology"
- FACEP - "Fellow of the American College of Emergency Physicians"
- FACFAS - "Fellow of the American College of Foot and Ankle Surgeons"
- FACOG - "Fellow of the American College of Obstetrics and Gynecologists"
- FCCP - "Fellow of the American College of Chest Physicians"
- Dalam ilmu penyakit dalam, terdapat 12 sub-spesialis, diantaranya:
- Alergi-Immunologi Klinik (Sp.PD-KAI)
- Gastroenterologi-Hepatologi (Sp.PD-KGEH)
- Geriatri (Sp.PD-KGer)
- Ginjal-Hipertensi (Sp.PD-KGH)
- Hematologi - Onkologi Medik (Sp.PD-KHOM)
- Hepatologi (Sp.PD-KH)
- Kardiovaskular (Sp.PD-KKV)
- Endokrin-Metabolik-Diabetes(Sp.PD-KEMD)
- Psikosomatik (Sp.PD-KPsi)
- Pulmonologi (Sp.PD-KP)
- Reumatologi (Sp.PD-KR)
- Penyakit Tropik-Infeksi (Sp.PD-KPTI)
- Terdapat 14 sub-spesialis ilmu kesehatan anak, antara lain:
- Alergi Imunologi
- Endokrinologi
- Gastro-Hepatologi
- Hematologi Onkologi
- Infeksi & Pediatri Tropis
- Kardiologi
- Nefrologi
- Neurologi
- Nutrisi & Penyakit Metabolik
- Pediatri Gawat Darurat
- Pencitraan
- Perinatologi
- Respirologi
- Tumbuh Kembang Ped. Sosial
- Terdapat 9 sub-spesialis THT-KL, antara lain:
- Otologi
- Neurotologi
- Rinologi
- Laringo-Faringologi
- Onkologi Kepala Leher
- Plastik Rekonstruksi
- Bronkoesofagologi
- Alergi Imunologi
- THT Komunitas
- Sub-spesialis dalam bidang anestesiologi dan reanisme, diantaranya:
- Perawatan Intensif/ICU (Sp.An-KIC)
- Anestesi Bedah Jantung, torax dan kardiovaskuler
- Klinik nyeri
- Regional analgesi
- Anestesi bedah syaraf
- Anestesi pediatrik
- Anestesi bedah umum
- Sub-spesialis dalam bidang kulit dan kelamin, antara lain:
- Infeksi Menular Seksual, Herpes, Dermatosis, Bedah Kulit.
- Sub-spesialis dalam ilmu bedah, antara lain:
- Bedah Digestif (SpB.KBD)
- Bedah Onkologi (SpB(K)Onk)
- Bedah Plastik
- Bedah Anak
- Bedah Vaskuler
- Bedah Toraks dan Kardiovaskuler
- Bedah Urologi
- Bedah Umum
- Sub-spesialis dalam Pulmonologi dan Ilmu Kedokteran Respirasi (Paru) , antara lain:
- Infeksi
- Onkologi Toraks
- Asma dan PPOK
- Pulmonologi Intervensi dan Gawat Darurat Napas
- Faal Paru Klinik
- Paru Kerja dan Lingkungan
- Imunologik klinik
Gelar Magister
- M.Kes - Magister Kesehatan
- M.Ked - Magister Kedokteran
- M.Kesja - Magister Kesehatan Kerja
- MMR - Magister Manajemen Rumahsakit
- MARS - Magister Administrasi Rumah Sakit
- MKK - Magister Kedokteran Kerja
- MKK - Magister Kedokteran Klinik
Perguruan tinggi yang menyediakan pendidikan spesialis
Di Indonesia, hingga sekarang terdapat sedikitnya 13 perguruan tinggi yang menyediakan program pendidikan dokter spesialis, yakni:
- Universitas Sumatera Utara, Medan
- Universitas Andalas, Padang
- Universitas Sriwijaya, Palembang
- Universitas Indonesia, Jakarta
- Universitas Padjajaran, Bandung
- Universitas Diponegoro, Semarang
- Universitas Negeri Sebelas Maret, Surakarta
- Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta
- Universitas Airlangga, Surabaya
- Universitas Brawijaya, Malang
- Universitas Udayana, Denpasar
- Universitas Sam Ratulangi, Manado
- Universitas Hasanuddin, Makassar
